Mengikuti event Aquathlon PartobamanTapanuli Highland
Berangkat
Kami telah Menyusun rencana untuk
mengikuti event yang digagas oleh bang Ventus Sitanggang, salah satu alumni Kampus
Kenamaan di Indonesia dengan nama Partaobaman, yakni event Sport Tourism dalam
tajuk multi sport Aquathlon, yakni renang sejauh 2,5 Km dan Lari 12 Km yang akan
diselenggarakan pada 3 Oktober 2026 di Kecamatan Muara Kabupaten Tapanuli
Utara.
Beranggotakan 11 orang personal Lentera
Hijrah Adventure yang singkat LHA hari itu tim berangkat dengan dua Armada Toyota
Rush dan Chevrolet Troper.
Perjalanan dimulai dari Kota
Bukittinggi pada hari Kamis pagi, titik kumpul di bengkel mobil perenang senior
pak besrinaldi, sempat sedikit tertunda dari jadwal semula karena pengecekan kondisi
pada salah satu kendaraan milik pak komandan dedi arnofri.
Jam 10 tim mulai berangkat Toyota
Rush dikemudikan oleh Pak Mus, senior bugar berusia 60 an dan bang lajid senior usia 50 an dengan Chevrolet Trooper bermanuver dengan mudahnya melibas rute Lintas Tengah Sumatera tikungan Palupuah dan Tanjakan Lurah
Barangin. Sekitar setengah 1 kami sampai di Kota Lubuk Sikaping, Kabupaten
Pasaman pemberhentian pertama guna menunaikan kewajiban sholat dan bersegera
mengisi lambung pribadi, agar Kembali fit diperjalanan.
Sekitar pukul 2 siang kunci kontak Kembali pada posisi on dua armada merangsek maju melewati Panti, Rao, Muara Sipongi, koto nopan..
Melewati rute lintas tengah sumatera ditemani iring - iringan Truk, sesekali Jalan Rusak, berpapasan dengan Bus ALS hingga kami berhenti di Panyabungan pada 218 Km perjalanan tepatnya
diwaktu magrib untuk menunaikan kewajiban 5 waktu. Kala
itu driver rush masih dimainkan oleh Pak Mus sang senior lintas Tengah sepanjang perjalanan.
Setelah melakukan jama’k qasar
Magrib dan Isya, setengah jam kemudian perjalanan dilanjutkan bang lajid tetap
setia memegang kemudi, sedangkan Driver Rush sudah berpindah tangan ke
posisi petarung Rahmat Hadi. Melewati Padang Sidempuan kemudian kami berhenti
pada jam 10 malam setelah 95 Km perjalanan guna beristirahat di Masjid Agung
Syahrun Nur Sipirok, Mesjid ini berada pada Komplek Perkantoran Bupati
Tapanuli Selatan. Masjid ini juga merupakan tempat persinggahan bagi musafir
baik dari Sumatera Barat maupun dari Sumatra Utara yang melintas di lintas
Tengah Sumatera. Sarana masjid yang bersih parkiran dan kedai makan yang nyaman
dapat dimanfaatkan untuk istirahat sebelum melanjutkan perjalanan. Dengan
persiapan Logistik yang kami bawa, disini kami menggelar masak, makan malam
dan beristirahat.
Shubuh - suasana sekeliling masjid
tertutup kabut, sesekali hujan rintik rintik membasahi bumi tapsel dipagi itu, selepas
sarapan pagi sekitar pukul 7.30 Kembali melanjutkan perjalanan dan berhenti
pada pukul 10.30 di siborong-borong, guna persiapan ibadah sholat juma’t yang harus
ditunaikan, kami rehat lebih cepat dan tentunya didahului dengan makan siang.
Seusai sholat jum’at perjalanan
dilanjutkan sekitar pukul 1.30 siangnya tidak jauh lagi map menunjukkan sekitar 28
Km lagi dari sini kami akan sampai ditujuan, sampai di kota Silangit kami belok
Kiri dan sampailah di Hotel Libra yang merupakan basecamp panitia acara sekitar
pukul 2.15 siang. Disambut ketua panitia dan beberapa peserta yang telah duluan
hadir kami ber-ramah Tamah sembari lihat pemandangan sekitaran danau toba yang
sangat indah, tebing tinggi menjulang yang merupakan geosite Sipinsur terlihat
berdiri megah mengelilingi daerah ini.
Selesai mengambil racepack dan
mendengar arahan ketua panitia, kami cek in ke penginapan Villa Marsaulina yang
hanya berjarak 150 meter dari Lokasi acara.
Disore itu terbersitlah keinginan
untuk mencoba sejuknya perairan danau toba terkhusus rute 1,2 Km ke pulau Sibandang
yang merupakan rute acara besok pagi, Sumatera Tengah yang terakhir diisi
sekitar 11.30 sebelum sholat jumat tadi dirasa tidak bisa berkompromi, sehingga
mau tidak mau harus diisi sedikit supaya ada energi untuk pulang balik renang sejauh
2,4 Km.
setelah ditawarkan ke beberapa anggota hanya Bang yusuf, Irvan dan saya, kami bertiga yang minat untuk mencoba renang di danau ini yang sayang untuk dilewatkan,
perairan yang tenang, kondisi air danau yang bersahabat tiada hiu, ular laut
atau buaya muara sekalipun, meyakinkan kami untuk nyebur pada posisi jam 5 sore
lewat beberapa menit itu.
Smarwatch Set Up, Buoy Check
Mulailah kami beranjak sedikit demi
sedikit mengarah ketengah guna merasakan sensasi renang di danau Toba. sore itu
terlihat beberapa panitia menggunakan perahu kayak hendak memasang buoy di
jalur race besok hari. Dan benar seperti yang disampaikan bang ventus ketua
penyelenggara, jarak dari Pantai Libra Posisi Start ke Pulau Sibandang yakni
kurang lebih 1,2 Km terukur pas di Smarwatch. Sampai di pulau Sibandang kami
langsung balik ke Pantai Libra ditemani langit yang mulai gelap beserta hujan yang
turun penambah syahdunya suasana kala itu, alhasil kami mandi hujan guna sampai
ke penginapan.
Pagi Hari sekitar pukul 8
mulailah dimulai race renang sejauh 2,5 Km (2,4 pembulatan) untuk kategori Swim
a Run dan Renang 1,2 km untuk kategori Fun OWS. Dua kategori tersebut diikuti
oleh 62 Peserta, 35 diantaranya Adalah peserta Swim a Run.
Khusus peserta OWS Fun akan
merasakan sensasi ngopi di Tengah danau, sedangkan untuk peserta Swim a run mengikuti
rece dengan kemampuan masing – masing, ada yang kuat renang tapi tidak kuat
lari, ada yang kuat lari tapi tidak kuat renang, semua Kembali pada strategi
masing – masing. Rute lari cukup bervariasi mulai dari jalan aspal hingga
ketengah Perkebunan warga dibumbui tanjakan dengan elevasi yang menggugah
keringat.
Race berlangsung mengasyikkan
cuaca yang cerah serta persiapan panitia membuat kami nyaman dalam mengikuti
acara, perahu kayak dan kapal boat setia mengawal peserta, Drone dan Bidikan
Fotografer siap siaga mengabadikan momen Sport Tourism gelaran kedua ini, serta
tarian Tor Tor turut menghiasi penyambutan peserta di pulau Sibandang. Sukses buat
panitia
Pulang
Sekitar pukul 11.30 siang semua
peserta race sudah masuk finish dan even selesai, kamipun bersiap untuk Kembali
ke Penginapan villa marsaulina, setelah makan siang dan Bersiap siap, pukul 2
siang kami check out pak Mus ambil alih kemudi dan bang lajid single fighter
tak tergantikan, kami bergerak sejauh 137 Km hingga berhenti pada waktu magrib
di Mesjid Agung Syahrun Nur Sipirok. Disini kami kami tidak lagi menggelar logistik,
namun makan di kedai UMKM sekitaran Mesjid. Kopi sipirok jadi pilihanku malam
itu untuk doping menjadi pilot jalan malam. Sekitar pukul 8.30 seusai makan siang
kami bergerak melanjutkan perjalanan, kemudi sudah saya ambil alih, perjalanan
malam dari sipirok akan melewati Padang Sidempuan sesekali kami masuk ke SPBU
guna pengisian bahan bakar, dan berhenti untuk istirahat dan loading solar
Troper di Mesjid Panyabungan, disini kurang lebih 1,5 jam kami istirahat agak lama,
berhubung di Troper hanya bg lajid yang pegang kemudi dari start Muara. Ditemani
gelap malam dan truk truk yang melintas dua kendaraan melaju hingga akhirnya saya
menyerah setelah melewati 213 Km jarak dari Sipirok Sumut hingga Panti Sumbar,
dan kemudian kemudi beralih.
Sekitar jam 7 sampailah kami di Bukittinggi,
sarapan, perpisahan dengan segenap Tim, dan kemudian Kembali ketempat tujuan
masing – masing baik itu Payakumbuh, Padang Panjang, Padang maupun yang
berdomisili di Bukittinggi dan Baso.
#selesai

.jpeg)