Showing posts with label Sumatera Barat. Show all posts
Showing posts with label Sumatera Barat. Show all posts

Thursday, August 18, 2016

Manfaat Renang

tulisan ini sengaja saya tulis berdasarkan pengalaman pribadi saya, memang pada dasarnya saya adalah penggila olahraga yang satu ini, saking hobinya.. saya bahkan mampu melakukannya hingga jarak yang lumayan menurut saya. berolahraga dan mengolahragakan masyarakat merupakan salah satu kegiatan yang positif dan bermanfaat untuk kesehatan jasmani, oleh karena itu dalam tulisan ini saya mencoba memberikan sedikit yang saya tahu tentang manfaat olah raga renang. 
selain itu dikolam renang (swiming Pool) renang dapat juga dilakukan di laut (ingat Negara kita adalah negara kepulauan, banyak tersimpan keindahan yang  luar biasa didalam laut kita) berenang dilaut dan dipadukan dengan keahlian frediving dapat memperteguh keimanan kita, karena dapat menyaksikan nikmat Tuhan berupa pemandangan indah didalam laut (biota laut : aneka jenis ikan dan terumbu karang).


Manfaat Renang bagi Otot Jantung
siapa yang tidak tahu dengan olah raga yang satu ini.. namanya saja sudah sangat familiar. renang memiliki banyak manfaat baik untuk keselamatan ketika terjadi accident/ terjatuh diair yang dalam maupun bagi kesehatan badan sendiri. renang adalah salah satu jenis olahraga  kardio, sama halnya seperti jogging/berlari kecil. 
Olahraga Kardio adalah jenis olah raga dimana dapat memperkuat otot jantung (versi penulis) kenapa hal ini terjadi ? karena disebabkan oleh irama/ritme gerakan tubuh yang teratur membuat otot jantung menguat sehinga aliran darah menjadi lancar.

Manfaat Renang Penurun Berat Badan 
berenang mungkin kelihatan bukanlah olah raga yang melelahkan, barangkali karena dilakukan didalam air, sehingga kita tidak berkeringat dan juga ketika kita berada didalam air terkena dampak gravitasi yang rendah. namun sebaliknya olahraga renang tergolong olahraga yang banyak menghabiskan kalori, dikarenakan semua otot tubuh bekerja/ bergerak didalam air, pergerakan ini tentunya membuat jantung memompa lebih banyak agar darah mengalir pada sel-sel otot yang bekerja. selain itu paru-paru juga akan bekerja lebih keras (menguatkan otot dan kapasitas Paru-paru) dalam menyerap Udara.
sebagai referensi berikut saya cantumkan berbagai jenis gaya renang dan rata-rata kalori yang dikeluarkan (berdasarkan berat badan 70 Kg). sumber : https://www.klikdokter.com/healthnewstopics/topik-utama/5-gaya-renang-cepat-bakar-kalori/beberapa-gaya-renang-yang-membakar-kalori/1
  1. Gaya bebas. Gaya ini meliputi pergerakan tangan dan kaki secara aktif. Apabila dilakukan untuk tujuan rekreasional atau non-kompetisi, yaitu dengan kecepatan sedang, maka jumlah kalori yang dibakar adalah 406 kcal per jam. Sedangkan apabila dilakukan untuk tujuan kompetisi atau non-rekreasional, biasanya akan melibatkan kecepatan atau intensitas yang tinggi. Pada kondisi ini, kalori yang diperlukan adalah sebanyak 686 kcal per jam.  
  2. Gaya dada atau katak. Apabila sifatnya rekreasional atau non-kompetisi, atau dengan kecepatan sedang, maka kalori yang diperlukan adalah 371 kcal per jam. Sedangkan untuk non-rekreasional atau kompetisi, atau kecepatan dan intensitas tinggi, maka kalori yang dibakar sebesar 721 kcal per jam.   
  3. gaya punggung. Untuk keperluan rekreasional atau non-kompetisi, dengan asumsi kecepatan yang dilakukan sedang, maka jumlah kalori yang dibakar adalah 336 kcal per jam. Sedangkan bila untuk kompetisi atau non-rekreasional, kecepatan dan intensitas tinggi, maka kalori yang diperlukan adalah 665 kcal per jam. kupu-kupu.
  4. Gaya kupu-kupu adalah gaya berenang yang paling banyak memakan kalori karena melibatkan pergerakan batang tubuh yang cukup berat. Gaya ini tidak mudah dilakukan dan memang sangat memakan kalori. Secara umum, baik untuk tujuan rekreasional ataupun kompetisi, gaya kupu-kupu akan menghabiskan kalori sebanyak 966 kcal per jam.  
berhubung banyaknya kalori yang dikeluarkan dalam olahraga ini, tentunya menjadi pilihan bagi anda yang menginginkan penurunan berat badan dan menggantinya dengan serabut otot tentunya. disamping itu dapat menjadi alternatif olahraga agar dapat terhindar dari penyakit sejuta Umat (diabetes Mellitus).

Manfaat Renang Bagi Pembentukan Otot Tubuh
melakukan olahraga renang berarti anda telah melatih semua otot tubuh dengan maksimal, mulai dari otot leher, tricep, otot dada, otot perut, otot paha (berdasarkan pengalaman penulis terkhusus Gaya bebas dan gaya kupu-kupu). otot tersebut bekerja dalam ritme gerakan yang teratur, sehingga jika dilakukan dengan teratur dapat memperkuat kapasitas dan kekuatan otot itu sendiri. berikut otot-otot tubuh yang bekerja pada saat anda melakukan olahraga renang (salah satu contohnya renang gaya bebas)



Renang Harus diimbangi dengan olahraga lain agar tulang tetap kuat
walaupun memilik segudang manfaat baik bagi kesehatan dan pertumbuhan otot (mempercepat tinggi badan bagi anak-anak dan remaja) sejatinya renang juga harus diimbangi dengan olah raga lainnya. hal ini sehubungan rendahnya gravitasi saat renang dapat mengurangi kemampuan tulang dalam menyerap kalsium,  oleh karena itu penulis menganjurkan anda baik yang telah lama berenang maupun yang akan mulai menggeluti olahraga berenang agar tetap mengimbangi dengan olahraga lain supaya kepadatan tulang dapat terjaga melalui penyerapan kalsium oleh tulang.

demikianlah sedikit tulisan saya, semoga bermanfaat buat sahabat blogger.






Monday, August 15, 2016

Pulau Sirandah

Pulau Sirandah berada tidak jauh dari pulau Sikuai, kira-kira 800 m jaraknya dari pulau tersebut. lebih kurang setengah jam kami tiba dipulau ini, pasir putih, biru dan jernihnya air laut menyambut kedatangan kami dipulau Sirandah. karakteristik pulau ini adalah daerah datar, tanpa memiliki bukit batu, seperti yang ada dipulau lainnya ; pasumpahan, sikuai, bintangur, dll mungkin karena demikian dinamakan dengan pulau sirandah (randah = rendah. bahasa minang)




 
(17 Agustus 2015 dipulau Sirandah)
 (pemandangan batu yang agak terpisah dari pulau utama/ seperti pemandangan tanah lot Bali)
  
(View : Pulau Sirandah menatap ke arah Pulau Bintangur)

(bersama : Prof. Dr Roby Cahyadi, Insy.)



(bersama Rema Ade Meisya - buddy saat mengelilingi pulau ini)

menurut saya pulau Sirandah termasuk pulau yang sangat bagus untuk dikunjungi (maksud saya pemandangan underwaternya ), karena memang target utama saya ketika menginjakkan kaki di pulau baru adalah menikmati pemandangan bawah lautnya... keindahan biota laut.. ikan, karang serta birunya laut yang menenangkan, membuat saya tidak bisa meninggalkan hobby yang satu ini. 

namun mohon maaf kepada sahabat blogger, berhubung  pada saat itu kami tidak membawa kamera Underwater , jadinya cerita keindahannya jadi tidak menyambung. 

kelebihan pulau sirandah ini adalah sangat banyaknya grombolan ikan yang kami temui, terutama jenis ikan unicorn fish, mereka sangat banyak bagaikan pusaran badai ikan. ke (jernihan air bisa dikatakan hingga jarak pandang 50 meter (perkiraan saya). pulau ini jauh lebih jernih dibandingkan pulau pasumpahan yang berada masih didekatnya. mungkin lain kali saya akan kesini lagi dengan membawa oleh - oleh foto bawah air dan keindahannya sehingga membuat sahabat blogger lebih sering berkunjung dengan tetap menjaga kelestariannya.

Wednesday, December 2, 2015

Bismiilahirrahmanirrahim


Hari ini tanggal 2 desember tahun 2015, tepat satu bulan setelah saya seminar hasil penelitian thesis satu bulan yang lalu. Waktu yang cukup lama memang untuk sebuah perbaikan sebuah draft thesis. Namun apa boleh buat beberapa rekomendasi penguji harus diakomodir. walaupun harus kelapangan lagi, yang penting mereka telah menunjukkan ketertarikan pada penelitian kita. Demikian salah seorang pembimbingku Bpk.Prof Adrimas, SE, MS pernah berkata.
Perbaikan thesis tersebut meliputi ;
Pertama indeks pendapatan penduduk yang sebelumnya saya survey melalui kuisioner berapa output/hasil panen/pendapatan rata-rata satu KK dalam satu bulan. Namun setelah sidang seminar hasil, dua orang penguji memberikan masukan yakni Bpk. Dr Hefrizal Handra agar sebaikanya indek pendapatan penduduk diambil dari survey data pengeluaran masing-masing KK. Hal yang sama diperkuat dengan argumen Bpk. Prof. Dr.Syafrudin Karimi, agar indek pengeluaran menggunakan pertanyaan kuisioner Susenas (Survey Sensus Nasional).
Pada pagi yang cerah tanggal 14 November 2015, bersama salah seorang pegawai Badan Pusat Statistik daerah kerja kabupaten Tanah Datar yang juga beliau adalah mahasiswa pada program Tailormade kami berangkat menuju daerah penelitian desa Sungai Pisang yang kini bernama kelurahan Teluk Kabung Selatan. Dengan bermodalkan sepeda motor 125 cc tahun pembuatan 2007, kami mulai melintasi jalan yang dinilai sangat diluar batas kewajaran untuk ukuran kemakmuran sebuah ibukota propinsi. Kondisi jalan sangatlah menyedihkan, kebanyakan badan jalan hanyalah berupa timbunan kerikil alias telah hilang aspal/ rabat beton yang menutupinya seolah-olah tidak pernah dibangun jalan sebelumnya. Pada beberapa titik masih terlihat jalan rabat beton, namun pengendara harus ekstra hati-hati karena kelalaian sedikit saja bisa membuat ban kendaraan menghantam lubang yang bisa mengandaskan sepeda motor matic. Atau jurang yang siap menyambut pengunjungnya. kontur yang berbukit memang memaksa kondisi jalan yang dengan tikungan patah serta turunan dan pendakian yang tajam.
Untuk menuju daerah penelitian ini, kira-kira membutuhkan waktu 1 jam lebih (dengan kendaraan roda 2 tergantung kecepatan pengemudi) jarak menuju lokasi dengan total 32 Km. 25 km masih jalan kota padang + Padang-painan ditambah 7 km lagi (yakni 2 km + 5 Km/4 km 200 meter lebih tepatnya)dari persimpangan jalan PLTU Teluk Sirih).
Pertanyaan kami mulai dari penduduk bersuku nias yang tinggal tidak jauh setelah melewati jembatan pertama dekat pos mariner TNI. Beberapa informasi kami dapatkan seperti ; berapa penggunaan beras, minyak, gula, lauk pauk, sayur, belanja anak, kosmetik, rehab rumah dsbg. Semua pertanyaan sangat mendetail guna menghitung berapa pengeluaran masing-masing Keluarga. Setelah ditotal dibagi dengan jumlah anggota rumah tangga. (indeks kemiskinan Provinsi Sumatera Barat sesuai data BPS Sumbar per maret 2015 adalah Rp.369.753,-. ini berarti pendapatan perkapita dibawah nilai tersebut tergolong masyarakat miskin). Selanjutnya beberapa warga yang kami temui juga kami ajak bekerjasama untuk mencukupkan jumlah sampel 78 KK dari populasi 348 KK (rumus Slovin).
Data hasil survey lapangan tentang indeks kemiskinan tersebut selanjutnya kami bandingkan dengan jumlah penerima program PSKS (kartu emas) yang diperoleh hingga 234 keluarga (sumber kantor lurah teluk kabung selatan) yang jika dipresentasekan 67,24 % KK adalah penerima PSKS tersebut.
Kedua
Saran perbaikan kedua adalah mengenai worst Case Scenario/ skenario terburuk disaat bencana besar terjadi (saran ini dianjurkan oleh Bpk. Dr. Hefrizal Handra).
Menindak lanjuti hal ini saya mencoba untuk mencari literature dan berkomunikasi dengan teman-teman yang biasa bergerak pada disaster management. Sehingga kesimpulannya sebuah daerah yang rentan akan resiko bencana membutuhkan rencana kontijensi yang diformalisasikan dengan peraturan kelurahan/desa.
Ketika bencana besar terjadi, yang biasa dikenal “worst case scenario” diperlukan strategi dalam pengurangan resiko bencana berbasis komunitas (PRB-BK). Hal yang harus dilakukan adalah dengan memanfaatkan segenap sumberdaya yang dimiliki oleh masing-masing desa/kelurahan, diantara strategi tersebut adalah :
1.       Adanya rencana evakuasi masyarakat
2.       Adanya tempat dan fasilitas evakuasi pengungsian
3.       Adanya rencana aksi masyarakat tentang penanggulangan bencana
4.       Adanya latihan kesiapsiagaan secara berkala
5.       Adanya prosedur tetap penanganan darurat bencana kelurahan
6.       Adanya gudang penyimpanan logistik untuk bertahan
7.       Adanya perhitungan waktu evakuasi maksimal menuju Shelter (gambar 
 Untuk mewujudkan strategi tersebut perlu dibentuk Rencana Kontijensi dalam pengurangan resiko bencana berbasis komunitas (PRB-BK) sebagaimana dikemukakan oleh Triutomo (2008). Kontinjensi adalah suatu keadaan atau situasi yg diperkirakan akan segera terjadi, tetapi tidak selalu terjadi. Rencana Kontinjensi adalah suatu proses identifikasi dan penyusunan rencana yang didasarkan pada keadaan kontinjensi atau yang belum tentu tersebut. Jika keadaan yang diperkirakan tersebut tidak terjadi, maka rencana kontinjensi tidak akan pernah diaktifkan. Adapun strategi pada sebuah rencana kontinjensi dimulai dari ; pengembangan scenario, Penetapan kebijakan dan strategi, perencanaan sektoral, sinkronisasi, formalisasi rencana kontijensi pengurangan resiko bencana berbasis komunitas serta rencana tindak lanjut (RTL). Alur rencana kontijensi tersebut sebagaimana ditunjukkan oleh gambar berikut.
Gambar 6.1 Bagan Alur Rencana Kontijensi
 


6.5.1.     Pengembangan Skenario
a.  Skenario :
§  Waktu terjadinya bencana (misalnya : pagi, siang, malam).
§  Durasi/lamanya kejadian (misalnya : 2 jam, 1 hari atau 7 hari).
§  Karakteristik bencana yang terjadi
§  Hal lain yang berpengaruh terhadap besar-kecilnya kerugian/ kerusakan.
b.   Perkiraan dampak
§  aspek kehidupan/penduduk,
§  aspek sarana/prasarana/fasilitas/asset,
§  aspek ekonomi,
§  aspek pemerintahan, dan
§  aspek lingkungan.

6.5.2.     Penetapan Kebijakan dan strategi
a.    Kebijakan :
§  Bersifat umum untuk pedoman bagi sektor-sektor
§  Mengikat dalam penanganan darurat
§  Kesepakatan –kesepakatan dipatuhi oleh semua pihak
§  Disetujui oleh Lurah/ Kepala Desa
b.   Strategi :
Strategi untuk melaksanakan kegiatan oleh tiap-tiap sektor sesuai bidang tugas masing-masing
§  Membentuk Forum
§  Membangun posko
§  Pembagian tugas pelaksana sektor, dll

6.5.3.     Perencanaan Sektoral
a.  Struktur komando dan koordinasi, yang berguna untuk :
§  Mempermudah koordinasi pemangku
§  Menghindari kesemrautan
§  Memberdayakan potensi dan sumber daya masyarakat dan para pihak terkait.
b. Pembentukan sektor-sektor tim Satlak, yakni
§  Sektor manajemen dan koordinasi
§  Sektor Kesehatan
§  Sektor Evakuasi dan transportasi
§  Sektor logistik
§  Sektor Barak
§  Sektor Dapur Umum
§  Sektor Komunikasi
§  Sektor Keamanan
§  Sektor Pendidikan

c.    Penyusunan Kebutuhan Sektor
§  Disusun berdasarkan  skenario kejadian
§  Kebutuhan tiap sektor dipenuhi dari ketersediaan sumberdaya sektor dengan memprioritaskan sumberdaya/potensi lokal.
§  Rekapitulasi kebutuhan tiap sektor :
-       Jumlah kebutuhan
-       Persediaan
-       Kekurangan
-       Jumlah Biaya

6.5.4.     Sinkronisasi/Harmonisasi
§  Semua kegiatan sektor diharmonisasi/dintegrasikan ke dalam Renkon untuk mengetahui siapa melakukan apa, agar tidak terjadi tumpang tindih
§  Dapat dilakukan melalui rapat koordinasi, yang dipimpin oleh Lurah/Desa dan Tim Teknis.
§  Materi bahasan dalam rapat koordinasi antara lain berupa :
-    Laporan tentang kesiapan dari masing-masing sektor
-    Masukan dari satu sektor ke sektor yang lain tentang adanya dukungan sumberdaya.
-    Laporan tentang kebutuhan sumberdaya, ketersediaan dan kesenjangannya dari masing-masing sektor.
-    Pengambilan keputusan berdasarkan kesepakatan-kesepakatan bersama dan komitmen untuk melaksanakan rencana kontinjensi.

6.5.5.     Formalisasi Rencana Kontijensi Pengurangan Resiko Bencana Berbasis Komunitas
Formalisasi diperlukan agar rencana dapat menjadi dokumen desa/kelurahan dalam upaya pengurangan resiko bencana.
a.    Disahkan/ditanda-tangani oleh pejabat yang berwenang yakni Lurah/ Kepala desa
b.   Renkon PRB-BK menjadi dokumen resmi kelurahan/Desa Renkon PRB-BK  siap dilaksanakan menjadi Operasi Tanggap Darurat

6.5.6.     Rencana Tindak Lanjut (RTL)
1.    RTL adalah langkah-langkah/kegiatan yang harus dilakukan untuk menghadapi kemungkinan terjadinya bencana.
2.    Komitmen dari para pimpinan sektor disisipkan pada halaman depan dari dokumen Rencana Kontinjensi.
3.    Kegiatan-kegiatan RTL dibuat resume/ringkasannya untuk kemudian dituangkan dalam Tabel yang ditanda tangani para pimpinan sektor sebagai bentuk komitmen untuk melaksanakan RTL.
4.    Kegiatan RTL, antara lain :
§  table top exercise, gladi posko, gladi lapang,
§  pemutakhiran data, dan lain-lain
§  Menyiapkan jalur evakuasi, simbol/tanda rawan bencana
§  Penetapan Renkon dengan Perkel/Perdes, dll.
Tabel 6.1 Kegiatan Masing-Masing Sektor Pada Rencana Kontijensi
I. Sektor Manajemen & Koordinasi
Status
Kegiatan
Normal

1.   Kajian daerah rawan bencana.
2.   Pendataan penduduk di kawasan rawan bencana, termasuk penduduk rentan. Sosialisasi, Pelatihan dan Simulasi Penanggulangan Bencana.
3.    Penyusunan atau Review prosedur tetap dan RENKON apabila ada perubahan (perkembangan) situasi dan kondisi.
4.    Mengadakan pertemuan rutin relawan
Waspada
1.   Pengkajian ulang (update) peta daerah rawan bencana
2.   Pendataan ulang warga daerah rawan bencana .
3.   Pendataan kebutuhan penanganan bencana.
4.   Penyiapan Posko.
5.   Pengecekan alat komunikasi.
6.   Memberikan update cuaca.
Siaga

1.    Mengkoordinasikan (memastikan) seluruh sektor telah siap.
2.    Aktivasi Posko.
3.    Berkoordinasi dengan instansi terkait.
Awas

1.   Menginformasikan kepada warga untuk mengungsi.
2.   Memastikan semua sektor telah siap.
II. Sektor Kesehatan
Status
Kegiatan
Normal

1.   Pendataan penduduk rentan di daerah rawan bencana.
2.   Pendataan ketersediaan obat dan peralatan kesehatan.
3.   Pelatihan PPGD (P3K) untuk OPRB.
4.   Penyuluhan kesehatan kepada masyarakat daerah rawan Bencana
Waspada
1.   Pemantauan kesehatan penduduk rentan di daerah rawan bencana.
2.   Pendataan kebutuhan kesehatan untuk penanganan darurat bencana.
3.    Penyiapan Pos Kesehatan.
4.    Pemantapan tim medis dan non medis.
Siaga

1.   Pembagian tugas tim kesehatan.
2.   Koordinasi dengan tim terkait (Puskesmas, PMI, RS).
Awas

1.    Aktivasi Pos Kesehatan.
2.    Pelayanan Kesehatan
3.    Merujuk pasien ke Puskesmas terdekat (bila diperlukan).
4.    Pemantauan rutin kelompok rentan.
5.    Pencatatan dan pelaporan.
6.    Surveilans penyakit menular (diare, ISPA, penyakit kulit).
Status
Kegiatan
Normal

1.    Penyusunan peta jalur evakuasi, titik kumpul dan tempat evakuasi (TES/TEA)
2.    Pendataan kendaraan evakuasi
3.    Pelatihan Penyelamatan dan Evakuasi
Waspada
1.    Pengecekan jalur evakuasi, titik kumpul dan tempat evakuasi.
2.    Penyiapan sarana evakuasi
Siaga

Penempatan personil dan kendaraan evakuasi di daerah rawan bencana.
Awas

1.    Pelaksanaan evakuasi warga terancam.
2.    Pelaksanaan evakuasi korban (apabila ada).
Sektor Logistik
Status
Kegiatan
Normal
Mengikuti pelatihan-pelatihan Sosialisasi kepada warga mengenai PRB
Waspada
1.   Menyiapkan tempat penyimpanan barang/logistik.
2.   Menyiapkan perlengkapan ATK/peralatan yang dibutuhkan
3.   Menyiapkan data-data kebutuhan
Siaga

1.    Menghitung kebutuhan logistik.
2.    Mencatat semua kebutuhan logistik pada buku penerimaan dan pengeluaran
3.    Menyiapkan tempat distribusi
Awas

1.    Mencatat penerimaan bantuan
2.    Mencatat pengeluaran bantuan
3.    Mendistribusikan logistik dengan kartu distribusi (Pengambilan/ pendistribusian barang sebaiknya diambil oleh KK).
4.    Melaporkan semua penerimaan dan pengeluaran logistik pada penanggung jawab kelurahan/desa.
5.    Menjaga keamanan Gudang Logistik.


itulah 2 item saran penguji yang disampaikan pada waktu seminar hasil tanggal 2 november 2015 yang lalu. Yang kemudian saya akomodir pada perbaikan ini. Semoga saja kompre nanti hasilnya dapat lebih baik. Atas bantuan dan kerjasama berbagai pihak sebelumnya saya ucapkan banyak terimakasih.

……… …………… …………….
Selanjutnya setelah dari sungai pisang (setelah survey) kami menyempatkan diri untuk terus kedaerah selatan kesebuah desa dengan nama sungai pinang (barangkali karena banyak pinang maka dinamakan demikian) sembari mengabadikan momen (berfoto bersama ikan hasil tangkapan nelayan.. hihihi). Hasil tangkapan nelayan yang cukup banyak menurut kami dari sebuah kapal nelayan sederhana berukuran tidak terlalu besar.